Douhhhh...
aku malah tidak mempercayai diriku lagi..
terlalu sering aku bilang..."aku akan melepaskan ikatan hatiku darimu.."
tapi tetap saja..aku tidak pernah bisa memegang erat kata-kataku.
aku tidak terpesona padamu..tidak...
puffff....kamu tau, kamu tidak istimewa....kamu biasa saja...tapi justru itu yang membuat aku tidak bisa pergi...
waktu semakin sempit...ku memang harus pergi.Aku tidak bisa berlama-lama berdiri di sini..
Aku ingin kita berjalan beriringan, tapi terlalu banyak perbedaan...aku benci perbedaan..kamu tidak akan mungkin meleburkan dirimu dengan ku..aku tau itu..itu yang membuat aku pergi...beri aku waktu...tolonglah.Beri aku waktu...sampai aku terbiasa dengan ketiadaan ini....
Minggu, 15 November 2009
Senin, 12 Oktober 2009
gak ada judul...
Belakangan ini Medan selalu di landa hujan..seperti hari ini. Aku tertahan di warnet dah hampir 2 jam...Wah bakaln jeblok ini kantong...keheheh. Begini niy nasib pengguna warnet yang setia...Sudah lama pengen pasang internet di rumah..rencananya pake handphone murah meriah yang bisa merangkap jadi modem..tapi belum kesampaian juga.
petir..aku paling takut petir..sama takutnya aku ketika melihat balon. Aneh yah..sama balon kok takut..?Aku takut balonnya meletus tiba-tiba.kehehkek..
Aku tidak suka dengan hari berhujan..(duh bahasanya)kehehe...tidak bisa kemana2,..basah...berlumpur...
tapi..stop mengeluh nunet...coba pikir lagi...pasti ada orang yang diberkahi dengan datangnya hujan...ojek payung, para petani dengan tanamannya,..klo tidak ada hujan..semuanya pasti akan gersang...panas..gerah...trus air minum dapat dari mana?
Stop untuk mengeluh..nunet.Hidup terlalu singkat kalau hanya di isi dengan keluhan, ratapan, tuntutan,...
Klo dipikir-pikir lagi beda antara hidup dan mati itu tipis sekali. Jadi ingat ma bang Anggiat almarhum..senior waktu kuliah, salah satu korban gempa Sumbar.
Bang Anggiat adalah seorang trainer di salah satu perusahaan asuransi. Sebenarnya Bang Anggiat ini Basenya di Medan. Tapi sebagai seorang trainer, beliau selalu bepergian ke berbagai kota. Nah pada hari yang nahas itu, Bang Anggiat sedang memberikan training di Hotel Ambacang, Padang. Bang Anggiat berangkat dari Medan pagi, nah sorenya (rabu 30 september 2009) pada jam 5 sekian-sekian, terjadilah gempa dan Bang Anggiat baru di temukan hari Jumat kalau saya tidak salah...Bayangkan..Pagi berangkat dalam keadaan sehat..trus pulang...sudah dalam keadaan...tidak bisa di kenali lagi. (Bang Anggiat di identifikasi oleh keluarga hanya melalui dompet ma cincin kawinnya).
Terakhir kali bertemu abang itu, pas ulang tahun persekutuan Alumni FE, Dua minggu sebelumnya. Kadang tidak percaya abang itu sudah tidak ada...Tambah sedih kalau mengingat si Aby, yang harus kehilangan papanya pada usia sekitar 1,5 tahun dan Kak Nobi, istrinya, yang harus kehilangan teman hidupnya pada usia yang masih begitu muda...
Kepergian Bang Anggiat mengingatkanku kembali...betapa hidup bukan milik kita. Ia milik sang pencipta kehidupan..Perginya kehidupan seperti datangnya pencuri..tidak bisa di ramalkan.
Siap tidak siap mau..tidak mau...begitu Sang Punya Kehidupan bilang..Sudah cukup..maka bye..bye dunia..kehehehe..
petir..aku paling takut petir..sama takutnya aku ketika melihat balon. Aneh yah..sama balon kok takut..?Aku takut balonnya meletus tiba-tiba.kehehkek..
Aku tidak suka dengan hari berhujan..(duh bahasanya)kehehe...tidak bisa kemana2,..basah...berlumpur...
tapi..stop mengeluh nunet...coba pikir lagi...pasti ada orang yang diberkahi dengan datangnya hujan...ojek payung, para petani dengan tanamannya,..klo tidak ada hujan..semuanya pasti akan gersang...panas..gerah...trus air minum dapat dari mana?
Stop untuk mengeluh..nunet.Hidup terlalu singkat kalau hanya di isi dengan keluhan, ratapan, tuntutan,...
Klo dipikir-pikir lagi beda antara hidup dan mati itu tipis sekali. Jadi ingat ma bang Anggiat almarhum..senior waktu kuliah, salah satu korban gempa Sumbar.
Bang Anggiat adalah seorang trainer di salah satu perusahaan asuransi. Sebenarnya Bang Anggiat ini Basenya di Medan. Tapi sebagai seorang trainer, beliau selalu bepergian ke berbagai kota. Nah pada hari yang nahas itu, Bang Anggiat sedang memberikan training di Hotel Ambacang, Padang. Bang Anggiat berangkat dari Medan pagi, nah sorenya (rabu 30 september 2009) pada jam 5 sekian-sekian, terjadilah gempa dan Bang Anggiat baru di temukan hari Jumat kalau saya tidak salah...Bayangkan..Pagi berangkat dalam keadaan sehat..trus pulang...sudah dalam keadaan...tidak bisa di kenali lagi. (Bang Anggiat di identifikasi oleh keluarga hanya melalui dompet ma cincin kawinnya).
Terakhir kali bertemu abang itu, pas ulang tahun persekutuan Alumni FE, Dua minggu sebelumnya. Kadang tidak percaya abang itu sudah tidak ada...Tambah sedih kalau mengingat si Aby, yang harus kehilangan papanya pada usia sekitar 1,5 tahun dan Kak Nobi, istrinya, yang harus kehilangan teman hidupnya pada usia yang masih begitu muda...
Kepergian Bang Anggiat mengingatkanku kembali...betapa hidup bukan milik kita. Ia milik sang pencipta kehidupan..Perginya kehidupan seperti datangnya pencuri..tidak bisa di ramalkan.
Siap tidak siap mau..tidak mau...begitu Sang Punya Kehidupan bilang..Sudah cukup..maka bye..bye dunia..kehehehe..
Selasa, 15 September 2009
disable...
Banyak orang yang selalu memandangiku ketika aku berjalan di keramaian.
Aku sudah maklum..bukan salah mereka...
Aku maklum, mereka sedang menyaksikan pemandangan yang sedikit aneh.Pemandangan aneh itu aku.kehehe.Aku berjalan harus di bantu tongkat..dan brace panyangga di kakiku.Aku sudah biasa di pandangi orang-orang dengan berbagai ekspresi. Dulu aku risih. Tapi sekarang ku sudah biasa. Bukan salah mereka...aku maklum.
Virus atau apalah namanya, berhasil menyerang otot2ku ketika aku masih kecil. Hal ini menyebapkan otot2 kaki kiriku jadi lemah dan tidak berfungsi dengan baik, sehingga harus di topang dengan alat..
Yah..ku harus akui dulu..dulu sekali aku pernah merasa begitu kalah...tak berdaya. Aku merasa cacat..tapi entah mengapa lama-lama aku benci mendengar kata "cacat" itu. Aku merasa aku tidak cacat..toh Tuhan menciptakan aku sempurna..hanya kakiku saja yang tidak berfungsi dengan baik..dan harus di topang..itu semua tidak berarti apa-apa...Aku memilih untuk tidak mengasihani diri. Untuk tidak mendramatisir keadaan. Aku tidak cacat. Aku sempurna. Tuhan menciptakan aku sempurna dan memelihara hidupku yang sempurna...Hanya kaki kiriku saja yang mengalami sedikit masalah...yah harus ku akui dalam beberapa hal...ku memang harus berdamai dengan kondisi kakiku..misalnya...aku tidak bisa pake sepatu hak tinggi..kheheh...aku tidak bisa berlari dengan cepat, tidak bisa melompat...aku masih bisa jalan-jalan...bisa berenang...apa lagi yah tidak bisa?uhh...mungkin masih ada..tapi aku lupa..
Aku salut ma teman-teman kuliahku.anak-anak EP 02, walaupn mereka melihat aku memang sedikit berbeda dengan mereka, tapi mereka tak pernah memperlakukan aku dengan beda. Aku ingt, waktu kuliah dulu aku selalu di ikutkan sebagai panitia inagurasi..khehe...yup ku juga ikutan ospek adek-adek baru, berkeliaran jam 3 pagi ma Ria di hutan-hutan untuk jaga di posko, berenang di danau toba ma Hotma ma Eli, diajak Yuni main ke Sungai...duh...klo ingt itu aku selalu tersenyum..uluran tangan mereka yang selalu membuat aku tersenyum...meringis, terharu...kegilaan-kegilaan mereka...ke Siantar rame-rame naik kereta api..nginap di rumah Yulia..diajak berenang ke sungai.Berkunjung ke rumah Hans, nginap di rumah oppung "teroris"..khehehe...bahkan ada Si Kitin ngajakin naik gunung walaupun pada akhirnya dengan perkataan "klo kw ga bisa naik,ya udah..ntar kw jaga tenda aja di bawah..."khahah dasar...
Aku memang punya kaki yang lemah ini..tapi aku tak mau menjadikannya alasan untuk mengasihani diri sendiri dan ikut-iktan lemah dan tak berjuang...aku tidak mau menganggapnya cacat. Kaki kiriku lemah...hanya itu saja...Ia tidak cacat...
Aku sudah maklum..bukan salah mereka...
Aku maklum, mereka sedang menyaksikan pemandangan yang sedikit aneh.Pemandangan aneh itu aku.kehehe.Aku berjalan harus di bantu tongkat..dan brace panyangga di kakiku.Aku sudah biasa di pandangi orang-orang dengan berbagai ekspresi. Dulu aku risih. Tapi sekarang ku sudah biasa. Bukan salah mereka...aku maklum.
Virus atau apalah namanya, berhasil menyerang otot2ku ketika aku masih kecil. Hal ini menyebapkan otot2 kaki kiriku jadi lemah dan tidak berfungsi dengan baik, sehingga harus di topang dengan alat..
Yah..ku harus akui dulu..dulu sekali aku pernah merasa begitu kalah...tak berdaya. Aku merasa cacat..tapi entah mengapa lama-lama aku benci mendengar kata "cacat" itu. Aku merasa aku tidak cacat..toh Tuhan menciptakan aku sempurna..hanya kakiku saja yang tidak berfungsi dengan baik..dan harus di topang..itu semua tidak berarti apa-apa...Aku memilih untuk tidak mengasihani diri. Untuk tidak mendramatisir keadaan. Aku tidak cacat. Aku sempurna. Tuhan menciptakan aku sempurna dan memelihara hidupku yang sempurna...Hanya kaki kiriku saja yang mengalami sedikit masalah...yah harus ku akui dalam beberapa hal...ku memang harus berdamai dengan kondisi kakiku..misalnya...aku tidak bisa pake sepatu hak tinggi..kheheh...aku tidak bisa berlari dengan cepat, tidak bisa melompat...aku masih bisa jalan-jalan...bisa berenang...apa lagi yah tidak bisa?uhh...mungkin masih ada..tapi aku lupa..
Aku salut ma teman-teman kuliahku.anak-anak EP 02, walaupn mereka melihat aku memang sedikit berbeda dengan mereka, tapi mereka tak pernah memperlakukan aku dengan beda. Aku ingt, waktu kuliah dulu aku selalu di ikutkan sebagai panitia inagurasi..khehe...yup ku juga ikutan ospek adek-adek baru, berkeliaran jam 3 pagi ma Ria di hutan-hutan untuk jaga di posko, berenang di danau toba ma Hotma ma Eli, diajak Yuni main ke Sungai...duh...klo ingt itu aku selalu tersenyum..uluran tangan mereka yang selalu membuat aku tersenyum...meringis, terharu...kegilaan-kegilaan mereka...ke Siantar rame-rame naik kereta api..nginap di rumah Yulia..diajak berenang ke sungai.Berkunjung ke rumah Hans, nginap di rumah oppung "teroris"..khehehe...bahkan ada Si Kitin ngajakin naik gunung walaupun pada akhirnya dengan perkataan "klo kw ga bisa naik,ya udah..ntar kw jaga tenda aja di bawah..."khahah dasar...
Aku memang punya kaki yang lemah ini..tapi aku tak mau menjadikannya alasan untuk mengasihani diri sendiri dan ikut-iktan lemah dan tak berjuang...aku tidak mau menganggapnya cacat. Kaki kiriku lemah...hanya itu saja...Ia tidak cacat...
kepompong...ato bejana..?
Aku menggambarkan hidupku...seperti kepompong.
coklat, hampir busuk, tidak menarik...tapi aku yakin suatu hari nnti aku akan menjadi kupu-kupu yang indah...klise yah?tapi entah mengapa aku benar-benar yakin aku akan menjadi kupu-kupu indah...
aku juga melukiskan hidupku seperti sebuah bejana...yang sedang mengalami pembakaran.Keputusan-keputusan yang salah, kesedihan-kesedihan, amarah, pengalaman-pengalaman manis, cacian-cacian...umpatan-umpatan, kepergian dari orang-orang yang ku cintai,pertengkaran2, pujian, ungkapan penghargaan, bahkan senyuman ramah dari orang-orang yang tak kukenal yang menyapaku di pinggir jalan adalah api..yang sedang membakarku...yang sedang membentukku menjadi bejana yang indah.
setiap hari adalah hari belajar..
ada kalanya ku meronta juga...ada kalanya ku diam mematung pasrah memandang semua peristiwa...ada kalanya aku tertawa
tapi yang pasti aku sedang mengalami pembentukan..maaf saat ini ku belum sempurna..mungkin besok juga belum...tapi percayalah..ku sedang berusaha...ku sedang berproses....
coklat, hampir busuk, tidak menarik...tapi aku yakin suatu hari nnti aku akan menjadi kupu-kupu yang indah...klise yah?tapi entah mengapa aku benar-benar yakin aku akan menjadi kupu-kupu indah...
aku juga melukiskan hidupku seperti sebuah bejana...yang sedang mengalami pembakaran.Keputusan-keputusan yang salah, kesedihan-kesedihan, amarah, pengalaman-pengalaman manis, cacian-cacian...umpatan-umpatan, kepergian dari orang-orang yang ku cintai,pertengkaran2, pujian, ungkapan penghargaan, bahkan senyuman ramah dari orang-orang yang tak kukenal yang menyapaku di pinggir jalan adalah api..yang sedang membakarku...yang sedang membentukku menjadi bejana yang indah.
setiap hari adalah hari belajar..
ada kalanya ku meronta juga...ada kalanya ku diam mematung pasrah memandang semua peristiwa...ada kalanya aku tertawa
tapi yang pasti aku sedang mengalami pembentukan..maaf saat ini ku belum sempurna..mungkin besok juga belum...tapi percayalah..ku sedang berusaha...ku sedang berproses....
indah
tiba-tiba setitik perasaan menggayut di hati..seperti perasaan sedih tapi bukan sedih yang mengiris hati.perasaan yang muncul itu adalah perasaan yang indah..halus...seperti kapas..yang berjatuhan di kala terik...putih indah...ringan...
tapi tetap saja ingin membuatku meneteskan air mata...aneh...
tapi tetap saja ingin membuatku meneteskan air mata...aneh...
Kamis, 16 Juli 2009
ternyata...
ternyata susah sekali untuk mengalahkan diri sendiri...mengalahkan "ingin" dan mengalahkan "rasa"...
aku sudah berusaha..untuk menerima segala "keadaan" ini dengan hati yang paling lapang...
tetapi entah kenapa...setiap kali..setiap kali..berbagai "hantaman" itu datang...masih saja..aku meronta2..masih saja aku memberontak....
tenggoranku sakit...tercekat...
aku sudah berusaha..untuk menerima segala "keadaan" ini dengan hati yang paling lapang...
tetapi entah kenapa...setiap kali..setiap kali..berbagai "hantaman" itu datang...masih saja..aku meronta2..masih saja aku memberontak....
tenggoranku sakit...tercekat...
Minggu, 24 Mei 2009
tak ada judul
sedang banyak pergumulan.tapi aku Tau Dia..turut bekerja.Tidak mungkin dibiarkan_Nya aku berjlan sendiri...semangat!!!!
Sabtu, 02 Mei 2009
teledor..
teledor itu costnya mahal bgt yah..hehhee
salah naik angkot,tpksa...dey naik beca...duit tambahan keluar..
fotocopy buku...tapi gak itung berapa lembar yang mo di FC...pas liat tagihn..gedubrak..pingsan..semua di luar perkiraan...teledor..keluar duit tamhaban lagi...
hiks..hiks..gak mo teledor...lagi ach...
..duit..keluar..duit keluar...tapi gak da tambahan duit masuk...heehehehe...dah kaya ibu ibu niy aku..bener-bener perhitungan bgt...
salah naik angkot,tpksa...dey naik beca...duit tambahan keluar..
fotocopy buku...tapi gak itung berapa lembar yang mo di FC...pas liat tagihn..gedubrak..pingsan..semua di luar perkiraan...teledor..keluar duit tamhaban lagi...
hiks..hiks..gak mo teledor...lagi ach...
..duit..keluar..duit keluar...tapi gak da tambahan duit masuk...heehehehe...dah kaya ibu ibu niy aku..bener-bener perhitungan bgt...
Kamis, 16 April 2009
mimpiku untuk indonesia...
aku juga punya mimpi untuk indonesia...(memang caleg2 aza yang selalu mengumbar mimpi mereka tentang indonesia..^_^ )
...aku ingin Indonesia yang setiap orang berhenti untuk mencari2 kambing hitam untuk berbagai hal yang terjadi belakangan ini..
...aku ingin setiap orang mulai maju dan bersama2 bangkit..untuk mulai memperbaiki apa yang salah..setiap orang melakukakan upaya yang terbaik sehingga dampaknya akan dapat di rasakan oleh orang lain...
..aku ingin Indonesia yang lebih hijau..sungai yang berair jernih...tidak ada tumpukan sampah....dan setiap sudut jalan di tumbuhi rumpun-rumpun mawar atau pohon cemara...
..aku ingin orang Indonesia yang malu untuk berbuat korupsi..yang malu untuk menjadi kaya tanpa mau berusaha..malu meminta-minta belas kasihan orang lain....malu membuang sampah sembarangan...malu kalau tidak pernah membaca buku...malu kalau berbicara tidak sopan..malu kalau tidak punya etika...malu mengirimkan pembantu-pembantu ke luar negeri....malu kalau merusak lingkungan...malu menonton sinetron yang tidak jelas..ceritanya...
..aku ingin orang Indonesia untuk tidak malu..menjadi miskin..kalau ia jujur..tapi terus berusaha tanpa menyerah...tidak malu untuk bertanya kalau memang ia tidak tahu...tidak malu untuk berbicara jujur..kalau itu memang keadaan yang sebenarnya....malu merasa diri paling benar..tanpa pernah mau memposisikan diri pada posisi orang lain...
...apa lagi yah...??
ntar aku tambahi...
...aku ingin Indonesia yang setiap orang berhenti untuk mencari2 kambing hitam untuk berbagai hal yang terjadi belakangan ini..
...aku ingin setiap orang mulai maju dan bersama2 bangkit..untuk mulai memperbaiki apa yang salah..setiap orang melakukakan upaya yang terbaik sehingga dampaknya akan dapat di rasakan oleh orang lain...
..aku ingin Indonesia yang lebih hijau..sungai yang berair jernih...tidak ada tumpukan sampah....dan setiap sudut jalan di tumbuhi rumpun-rumpun mawar atau pohon cemara...
..aku ingin orang Indonesia yang malu untuk berbuat korupsi..yang malu untuk menjadi kaya tanpa mau berusaha..malu meminta-minta belas kasihan orang lain....malu membuang sampah sembarangan...malu kalau tidak pernah membaca buku...malu kalau berbicara tidak sopan..malu kalau tidak punya etika...malu mengirimkan pembantu-pembantu ke luar negeri....malu kalau merusak lingkungan...malu menonton sinetron yang tidak jelas..ceritanya...
..aku ingin orang Indonesia untuk tidak malu..menjadi miskin..kalau ia jujur..tapi terus berusaha tanpa menyerah...tidak malu untuk bertanya kalau memang ia tidak tahu...tidak malu untuk berbicara jujur..kalau itu memang keadaan yang sebenarnya....malu merasa diri paling benar..tanpa pernah mau memposisikan diri pada posisi orang lain...
...apa lagi yah...??
ntar aku tambahi...
5 CM...
Biarkan…
dia..
menggantung…
mengambang…
5 centimeter
di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari.Kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri bahwa kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kali kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu…cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja..”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”
“Dan kamu akan selalu di kenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok dagimg yang hanya punya nama. Kamu akan di kenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan, tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun….dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”
“Percaya pada…5 centimeter di depan kening kamu”
taken from : 5 CM
by : Donny Dhirgantoro
-->
dia..
menggantung…
mengambang…
5 centimeter
di depan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari.Kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri bahwa kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kali kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…”
“Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kamu. Dan…sehabis itu yang kamu perlu…cuma…”
“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas”
“Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja..”
“Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya….”
“Serta mulut yang akan selalu berdoa….”
“Dan kamu akan selalu di kenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok dagimg yang hanya punya nama. Kamu akan di kenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja, bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan, tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita, dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapapun….dan kamu nggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya”
“Percaya pada…5 centimeter di depan kening kamu”
taken from : 5 CM
by : Donny Dhirgantoro
-->
sepatu butut.....
Aku menemukannya teronggok sendirian di tepi jalan…
Warnanya mulai pudar…tak mampu menahan panasnya terik matahari atau dinginnya siraman air hujan..tertatih-tatih mengarungi waktu..menunggu lumut, atau apalah yang akan menguraikannya menjadi tanah kembali…
Mungkin ia telah turut menyaksikan banyak hal dalam sejarah kehidupan manusia.
Mungkin ia telah menyaksikan bagaimana jahatnya keputusasaan menghancurkan kehidupan manusia yang nekat untuk memilihnya…bagaimana iri hati dan dengki menghancurkan persahabatan…kepedihan yang terus menerus bisa membuat hati jadi mati…
atau mungkin ia juga telah turut menyaksikan harapan bisa begitu mengokohkan…tekad yang keras bisa meruntuhkan ketidakmungkinan…dan air mata ternyata bisa juga jadi cemeti untuk terus melangkah maju…..
Hari ini dia masih teronggok sendirian di sana…berdebu dan sendirian…menunggu lumut atau apalah yang akan segera menguraikannya…….
-->
Warnanya mulai pudar…tak mampu menahan panasnya terik matahari atau dinginnya siraman air hujan..tertatih-tatih mengarungi waktu..menunggu lumut, atau apalah yang akan menguraikannya menjadi tanah kembali…
Mungkin ia telah turut menyaksikan banyak hal dalam sejarah kehidupan manusia.
Mungkin ia telah menyaksikan bagaimana jahatnya keputusasaan menghancurkan kehidupan manusia yang nekat untuk memilihnya…bagaimana iri hati dan dengki menghancurkan persahabatan…kepedihan yang terus menerus bisa membuat hati jadi mati…
atau mungkin ia juga telah turut menyaksikan harapan bisa begitu mengokohkan…tekad yang keras bisa meruntuhkan ketidakmungkinan…dan air mata ternyata bisa juga jadi cemeti untuk terus melangkah maju…..
Hari ini dia masih teronggok sendirian di sana…berdebu dan sendirian…menunggu lumut atau apalah yang akan segera menguraikannya…….
-->
sedang resah
sedang resah.sedang tidak punya rencana.
kemana??
pertanyaan itu selalu menggayut di kepala akhir2 ini....
help...
butuh.."a shoulder to cry..." niy...
kemana??
pertanyaan itu selalu menggayut di kepala akhir2 ini....
help...
butuh.."a shoulder to cry..." niy...
Rabu, 18 Maret 2009
berpacu degan waktu...
jam 1.15
jarum merah panjang baru saja melewati detik yang ke 16.
hiks..detik yang ke 16 baru saja menjadi masa lalu.dia tidak akan pernah kembali..
begitu jga dengan hidup...tidak akan pernah kembali ke masa lalu.waktu tidak akan pernah membalik diri, sekedar berbaik hati memberikan kita sedikit saja kesempatan untk sekedar memperbaiki apa yang salah, mengambil kesempatan yang mngkin terlewat..ato sekedar bersyukur..betapa beruntngnya kita pada masa itu...
tpi untng..waktu mmbrikan masa depan dan masa sekarang..untuk belajar dari masa lalu...memperbaiki diri...mnjadi bijaksana untuk tidak sama dengan masa lalu...
"uh..seandainya saja..aku bisa kembali.....!"
selalu pedih bila harus mgucapkan kata2 ini...
jarum merah panjang baru saja melewati detik yang ke 16.
hiks..detik yang ke 16 baru saja menjadi masa lalu.dia tidak akan pernah kembali..
begitu jga dengan hidup...tidak akan pernah kembali ke masa lalu.waktu tidak akan pernah membalik diri, sekedar berbaik hati memberikan kita sedikit saja kesempatan untk sekedar memperbaiki apa yang salah, mengambil kesempatan yang mngkin terlewat..ato sekedar bersyukur..betapa beruntngnya kita pada masa itu...
tpi untng..waktu mmbrikan masa depan dan masa sekarang..untuk belajar dari masa lalu...memperbaiki diri...mnjadi bijaksana untuk tidak sama dengan masa lalu...
"uh..seandainya saja..aku bisa kembali.....!"
selalu pedih bila harus mgucapkan kata2 ini...
Minggu, 04 Januari 2009
malam pergantian tahun...
malam pergantian tahun...
untuk kedua kalinya merayakannya tanpa emak..
sedih...
meneteskn air mata...
lalu tertawa...
heheheh
Bapak menangis...aku tau ia tidak tegar...ia hanya sok tegar...demikian juga aku...
mak...aku merindukanmu...
kadang..aku hanya berpura2 yakin klo dirimua hanys pergi sebentar...mungkin belanja...ato kemana...nnti sore juga akan pulang...
tapi klo aku melihat...kuburan sunyimu...kembali lagi kenyataan pahit itu datang...kw telah pergi...gak akan mungkin kembali.
padahl masih banyak cita2 kita lum tercapai...
kw lum pernh naik pesawat terbang...
sepatu bucheri juga lum lagi sempat aku belikan untukmu....
hehehhe...
kau yang berbicara terkhir denganku...
kau yang menyatakan..."udah jun,aku sudah mulai baikan kok....!"lalu 30 menit kemudian kw pergi...
aku sedih...
tapi aku tau...aku harus tegar...
karena aku harus berjuang........
pejuang tidak pernh cengeng.....
untuk kedua kalinya merayakannya tanpa emak..
sedih...
meneteskn air mata...
lalu tertawa...
heheheh
Bapak menangis...aku tau ia tidak tegar...ia hanya sok tegar...demikian juga aku...
mak...aku merindukanmu...
kadang..aku hanya berpura2 yakin klo dirimua hanys pergi sebentar...mungkin belanja...ato kemana...nnti sore juga akan pulang...
tapi klo aku melihat...kuburan sunyimu...kembali lagi kenyataan pahit itu datang...kw telah pergi...gak akan mungkin kembali.
padahl masih banyak cita2 kita lum tercapai...
kw lum pernh naik pesawat terbang...
sepatu bucheri juga lum lagi sempat aku belikan untukmu....
hehehhe...
kau yang berbicara terkhir denganku...
kau yang menyatakan..."udah jun,aku sudah mulai baikan kok....!"lalu 30 menit kemudian kw pergi...
aku sedih...
tapi aku tau...aku harus tegar...
karena aku harus berjuang........
pejuang tidak pernh cengeng.....
Langganan:
Komentar (Atom)